Oleh :
Sapardi Djoko Damono
Jangan mengganggu:
aku, satria itu, sedang bertapa dalam sebuah gua, atau sebutir telur, atau. sepatah kata -- ah, apa ada bedanya. Pada
saatnya nanti, kalau aku sudah dililit akar, sudah merupakan benih,
sudah mencapai makna -- masih beranikah kau menyapaku, Saudara?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar