PEMUDA, ditangannya lah terletak harapan untuk masa
depan yang lebih baik. Mendengar kata pemuda, di sana tergambar gairah yang
menggelora mulai dari semangatnya, kekuatan fisiknya, pemikirannya maupun kecemerlangan
ide-idenya. Lalu siapa pemuda itu sendiri? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Balai Pustaka (1994:309) “Generasi
muda berasal dari kata generasi yaitu sekalian orang yang kira-kira sama waktu
hidupnya, angkatan dan turunan. Generasi muda berarti kelompok atau kaum muda.”
Adapun secara biologis dan hukum yang
digolongkan pemuda adalah mereka yang berumur antara 15 sampai dengan 30 tahun
baik pria maupun wanita. Nah, pertanyaan selanjutnya adalah mengapa harus
pemuda yang menjadi harapan dalam suatu negeri, mengapa bukan orang tua atau
anak-anak saja? Ada apa gerangan dengan pemuda, sehingga sosoknya begitu
diharapkan? Yuk kita bahas apa saja potensi pemuda yang menjadi pewaris tonggak
estafet dari generasi sebelumnya, ini dia....
a.
Semangat yang Selangit
Semangat merupakan kekuatan di dalam pikiran yang menebarkan pikiran
positif sehingga kita bergairah dalam melakukan sesuatu. Inilah kekuatan psikologis
yang dimiliki oleh pemuda, dimana mereka memiliki semangat yang selangit dalam
berbagai hal, terutama pada hal-hal baru yang selalu menjadi tantangan untuk ditaklukkan.
b. Kreatif dan Inovatif
Dalam perkembangan
dunia yang semakin maju, siapa cepat maka ia akan mendapatkan apa pun. Untuk
itulah kita tak boleh hanya berdiam diri saja, kita harus ikut bergerak tanpa
harus menghilangkan jati diri dan budaya ketimuran kita yang kental dengan
kesopanan. Sikap kreatif inilah yang harus kita bangun agar kita bisa bersaing
dalam kompetisi kehidupan yang semakin tajam. Kreatif tidak selalu harus
menemukan hal yang baru, kreatif yakni menemukan hal yang luar biasa dalam
sesuatu yang biasa. Jika kita telah memiliki sifat kreatif maka inovatif menjadi
bukti dari sikap kreatif kita dengan melakukan improvisasi sehingga lahirlah
hasil kreatifitas baru yang lebih segar.
c. Idealis dan Kritis
Idealisme sebagai konsep berpikir atau
keyakinan sangatlah penting untuk menuntun jalan yang ingin kita tempuh dalam
kehidupan ini. Seorang yang idealis akan senantiasa memegang idealisme yang ia
yakini sebagai landasan dalam setiap perbuatan yang ia lakukan. Nah, disinilah
kita harus jeli dalam menentukan idealisme yang kita yakini dengan
mempertimbangkan berbagai aspek dan memahaminya secara keseluruhan, sehingga
kita tidak salah dalam mengambil sebuah langkah. Selain itu sikap kritis juga
diperlukan untuk bisa melihat dan menyadari apa yang sedang terjadi dalam
dinamika sosial dan berusaha untuk ikut memikirkan pemecahan masalah yang cocok
tak sekedar sebagai komentator semata yang hanya bisa berkoar-koar tanpa sebuah tindakan nyata.
Nah, setelah
mengenal potensi yang dimiliki dalam diri kita sebagai pemuda, lantas apa saja sich
peran dan kontribusi yang bisa kita lakukan di tengah-tengah masyarakat?
Berikut peran pemuda, diantaranya :
a. Orang-Orang Berpendidikan (Intelectual People)
Selain memiliki fisik yang kuat generasi
muda juga dituntut untuk menjadi intelectual people atau orang-orang yang berpindidikan.
Untuk memajukan Provinsi kita khususnya Kota Pangkalpinang, tidak cukup hanya
dengan kekuatan fisik semata, tetapi juga intelegensi yang tinggi. Dalam
perkembangan kehidupan yang semakin maju ini, kerja cerdas lebih dibutuhkan
daripada kerja keras. Mengapa demikian? karena kerja cerdas bisa mengefektifkan
tenaga dan waktu sehingga kita bisa mengoptimalkan waktu dan bertindak lebih
banyak lagi.
b. Agen Perubahan (Agent of Change)
Perubahan merupakan sebuah kebutuhan ditengah
keberagaman yang ada. Berubah disini tentunya berubah untuk menjadi lebih baik
lagi dari hari-hari sebelumnya. Disinilah pemuda dengan pemikirannya yang up
to date harus berkontribusi dalam melakukan berbagai perubahan dalam
masyarakat. Agen perubahan merupakan pelopor kebenaran menuju sebuah harapan
baru, misalnya melalui demonstrasi. Demonstrasi itu biasa asalkan tidak
anarkis, tak ada yang perlu dipermasalahkan, karena demonstrasi merupakan salah
satu bentuk mengemukakan pendapat misalnya mengkritisi pemerintahan yang
terkadang tidak sejalan dengan apa yang seharusnya.
c. Pemimpin Masa Depan (The Leader of Tomorrow)
Pemuda sebagai pemimpin masa depan
merupakan tonggak peradaban yang akan menentukan perjalanan Kota Pangkalpinang
dan Provinsi BABEL untuk kedepannya. Masa depan Kota Pangkalpinang berada
ditangan pemuda dan generasi muda. Untuk itulah pemuda harus senantiasa
belajar. Tak hanya belajar dalam konteks pendidikan formal atau nonformal, namun
belajar dari pengalaman dan kehidupan orang-orang terdahulu yang telah berjasa
dalam perjalanan sejarah. Ir. Soekarno pernah berujar “Seribu orang tua hanya
dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia.” (Penyambung Lidah
Rakyat Indonesia). Begitulah gambaran dahsyatnya peran pemuda untuk menentukan
masa depan dalam masyarakat.
Setelah
mengenal potensi dan apa saja yang menjadi peran pemuda, kini saatnya kita
mengenal lebih dalam sosok pemuda tersebut. Dalam hal ini, kita bisa
mengelompokkan generasi muda menjadi 3 kelompok, yaitu :
a. Pemuda
Destruktif
Pemuda destruktif merupakan mereka yang
belum mengenal siapa mereka dan apa tujuan hidup mereka, seperti berjalan tanpa
peta sehingga seringkali terombang ambing dalam arus globalisasi yang juga
membawa gelombang negatif dalam beberapa aspek tertentu. Hal ini bisa dilihat
dari mulai maraknya kasus narkoba dikalangan pemuda, dan kerusakan moral sampai
krisis identitas atau kehilangan jati diri yang banyak dialami oleh pemuda. Hal
ini tidak hanya berasal dari dalam diri individu semata, namun juga faktor
ekstern seperti media massa dan lingkungan serta rendahnya tingkat pendidikan. Berdasarkan
data Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang
pada tahun 2012 lalu, jumlah anak putus sekolah sebanyak 245 anak
(Bangkapos.com). Hal ini tentu mempengaruhi cara berpikir dan nilai moral
yang mereka miliki, meskipun di sisi lain masih ada pemuda terpelajar yang prilakunya
menyimpang. Nah, kalau yang berpendidikan saja masih bisa salah, apalagi yang
tingkat pendidikannya masih sangat rendah...?
b. Pemuda CB
Pemuda CB alias
cuek bebek merupakan segolongan pemuda yang tak banyak berperan aktif. Ia hanya
sibuk dengan dunianya sendiri. Pemuda yang satu ini biasanya bersifat pesimis
dan menjalani hidup apa adanya, seperti air yang mengalir saja. Entah itu
mengalir ke saluran got atau ke sungai yang tercemar, ya mengalir saja tanpa
diarahkan. Semboyan mereka adalah EGP, emang gue pikirin...? Inilah buah dari
sikap individualitas, sehingga sikap sosial mulai tergerus. Mereka lebih
menyibukkan diri di dunia maya ketimbang dunia nyata. Setiap harinya tak pernah
absen dari jejaring sosial seperti facebook, twitter, skype dan lainnya hanya
untuk sebuah eksistensi dan menjadi penyandang cap gaul bin trendy.
c. Pemuda Konstruktif
Oke, tenang
saja sobat. Gak semua pemuda masuk dalam dua kategori di atas kok. Masih ada
pemuda hari ini yang menjadi bagian dari pemuda konstruktif, meskipun mungkin
jumlahnya lebih sedikit dibanding pemuda destruktif dan pemuda CB seperti yang dijelaskan di atas. Berbanggalah
menjadi kaum yang sedikit tetapi positif dan tugas kita bersama untuk menggandeng
teman-teman lainnya agar ikut menjadi pemuda konstruktif
yang senantiasa memberikan dampak positif. Para pemuda konstruktif senantiasa
berkontribusi dalam kemajuan Kota Pangkalpinang dan Provinsi BABEL ini. Meski tak
setenar artis, tak sekaya pegusaha, namun mereka lah yang pantas untuk
membangun Kota ini menuju peradaban yang lebih maju, karena mereka telah
selangkah demi selangkah menuju puncak kesuksesan yang harus dimulai dari
sekarang, bukan besok atau lusa.
Tinta Emas Pemuda
Konstruktif
Dahulu ada Ir. Soekarno, founding father Indonesia yang
menghabiskan masa mudanya untuk melawan para penjajah dan berjuang bersama
pemuda lainnya untuk meraih kemerdekaan yang sekarang kita rasakan. Blake Rose,
menciptakan Mozilla firefox (penjelajah internet), ketika ia masih berumur 19
tahun. Sejak itu firefox banyak digunakan karena memang terbukti lebih
mudah dioperasikan dibandingkan aplikasi web lainnya. Mark Zuckerberg, seorang
pemuda asal Amerika Serikat mencapai puncak kesuksesannya diusia 25 tahun
dengan merilis jejaring sosial bernama facebook. Siapa yang tak kenal facebook?
Jejaring sosial yang satu ini begitu ramai digandrungi masyarakat mulai dari
anak-anak hingga orang tua. Bukan hanya pada zaman dahulu saja banyak pemuda
yang sukses, bukan juga pemuda dari belahan barat saja yang punya prestasi yang
membanggakan. Kita pun tak kalah hebatnya dari mereka. Mau bukti..? Ini dia... Lima
siswa yang tergabung dalam TOFI menjuarai IPhO (International Physics Olympiad)
ke - 42 di Bangkok pada tahun 2011 dan berhasil meraih 1 medali emas, 1 perak
dan 3 perunggu. Prestasi gemilang lainnya diukir pemuda dalam ajang International
Junior Science Olympiad (IJSO) pada tahun 2012 yang berlangsung di Iran. Dari
12 peserta yang dikirim, Indonesia meraih 2 medali emas, 6 medali perunggu dan
1 medali perak.
Provinsi kita
pun mempunyai pemuda yang berprestasi, salah satunya Andrea Hirata yang
berhasil menyelesaikan gelar masternya di University of Sorbone, Prancis dengan
predikat cumlaude. Selain itu ia juga muncul sebagai novelis terkenal
dengan tetralogi laskar pelangi. Pemuda BABEL lainnya yang berprestasi yakni Najmul
Fajri Usman, ia terpilih sebagai salah satu pemuda yang diundang dalam kongres
anak sedunia di Kota Rio de Janeiro, Brazil. Ia juga merupakan mahasiswa yang
menerima beasiswa penuh di University of Malay. Sungguh prestasi yang
membanggakan, sudah sepatutnya kita memberi applause dan apresiasi yang tinggi
untuk mereka, generasi muda yang benar-benar bisa diharapkan dan menjadi
inspirasi bagi pemuda lainya.
Optimalisasi Peran Pemuda
Setelah kita mengupas satu persatu karakteristik dari seorang pemuda,
tentunya tak ada lagi keraguan bahwa yang kita butuhkan saat ini adalah pemuda
konstruktif, bukan pemuda destruktif atau pemuda CB yang tidak memberi
konstribusi pada negeri ini. Namun kita juga tidak bisa mengabaikan dua
kelompok pemuda tersebut, karena mereka merupakan bagian dari generasi muda
yang nantinya akan meneruskan perjalanan Kota Pangkalpinang. Untuk
itulah kita perlu mengadakan optimalisasi peran pemuda sehingga semua pemuda bisa
masuk dalam kategori pemuda konstruktif. Pemuda yang akan memberikan harapan
untuk hari esok yang lebih cerah, berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan
a. Kesadaran
Pemuda
Sudah
selayaknya pemuda Pangkalpinang hari ini membuka mata lebar-lebar akan realita
yang ada dihadapannya. Tak ada yang bisa mengubah pemuda seutuhnya, selain
kesadaran dari dalam diri pemuda untuk merubah dan memperbaiki kualitas dirinya.
Menyadari dan memahami potensi yang dimilikinya, serta ikut berperan dalam
masyarakat sebagai kontribusi terhadap Kota Pangkalpinang tempat dimana kita
berdomisili. Bangkitlah wahai pemuda, tunjukkan dirimu BISA...!
b. Pembentukkan Karakter Pemuda
Karakter
merupakan hasil dari habits yang kita kerjakan setiap harinya sehingga terbentuk
menjadi sebuah kepribadian. Pembentukan karakter ini perlu dilakukan, karena
sebagian pemuda hari ini mengalami krisis identitas atau tidak mengenal jati
dirinya sendiri. Identitas disini bukan saja perkara nama atau biodata diri
melainkan karakter dan potensi yang kita miliki, siapa dan apa tujuan yang
ingin kita raih dalam kehidupan yang mencakup konsep hakikat diri kita sebagai
pemuda. Maka dari itu, perlu adanya peran dari orang tua sebagai pilar utama
dalam mendidik anak dan pemuda sehingga mereka memiliki jati diri yang kuat dan
tidak mudah melakukan plagiat terhadap apa yang mereka lihat. Dalam hal
ini, lembaga pendidikan juga harus ikut berperan dalam mendidik generasi muda
yang berilmu juga bermoral dengan menanamkan nilai-nilai agama serta memberikan
suri teladan yang baik kepada mereka.
c. Organisasi Kepemudaan
Organisasi
kepemudaan merupakan suatu wadah yang terdapat berbagai populasi pemuda sehingga
pemuda bisa saling sharing ilmu dan pengalaman serta bergerak bersama mencapai
tujuan yang diinginkan. Mengapa kita perlu berkelompok...? Tentu karena dengan
semakin banyaknya teman sebagai tempat kita saling berpegang, kita akan lebih
kuat dan bisa saling mengingatkan agar tidak terjerumus dalam kerusakan yang
kini merajarela. Selain itu organisasi merupakan tempat untuk bersosialisasi
sehingga bergabung dalam suatu organisasi adalah langkah yang sangat perlu
untuk dilakukan, baik itu organisasi di tingkat Desa dan Kecamatan seperti karang taruna, ikatan
remaja masjid, badan perwakilan desa dan lain lain, maupun organisasi lokal dan
nasional yang cakupannya lebih luas.
d. Negara sebagai Pengatur
Negara merupakan organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai
kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyat. Negara memiliki fungsi mengatur
jalannya sistem pemerintahan dan kehidupan rakyatnya. Tanpa bermaksud
menggurui, disini penulis berpikir negara haruslah lebih bijaksana dalam
mengatur media massa baik media cetak maupun elektronik, karena pada faktanya
begitu banyak kerusakan yang diakibatkan dari media massa yang tidak terkontrol
dan terkesan bebas menayangkan tontonan yang justru merusak pemuda. Akan lebih bijak, bila media massa yang
memegang peranan penting dalam dunia informasi diberi pengarahan untuk
menyiarkan tayangan edukasi yang lebih banyak dan meminimalisasi sinetron yang tidak
mendidik.
Sebuah Resolusi
Kini saatnya
pemuda bergerak, melangkah untuk maju membangun Kota Pangkalpinang yang
gemilang. Menuju hari esok yang lebih cerah dengan mengenal potensi diri pemuda
dan melaksanakan perannya baik sebagai intelectual people, agent of change
maupun sebagai the leader of tomrrow. Begitu banyak
harapan yang diamanahkan oleh generasi penerus kepada pemuda, maka mari kita
berjuang dari sekarang. Selangkah demi selangkah menuju sebuah pembaharuan untuk
hari esok yang lebih baik. Pemuda adalah tonggak harapan, untuk itulah kita harus
berdiri tegak untuk menjadi garda terdepan dalam pembangunan Kota Pangkalpinang
khususnya dan Provinsi BABEL pada umumnya. Bergerak, ya itulah yang harus kita
lakukan sekarang. W.S Rendra pernah berkata, “ Kesadaran adalah matahari,
kesabaran adalah bumi, keberanian menjadi cakrawala dan perjuangan adalah pelaksanaan
kata-kata.” Untuk itulah kita harus bergerak dan berperan aktif dalam
pembangunan sebagai bentuk aplikasi dari kata-kata yang sudah diuraikan di atas.
Apa yang terjadi hari ini adalah potret pemuda Pangkalpinang di masa yang
sebelumnya. Pemuda dan generasi muda saat ini adalah potret hari esok
Pangkalpinang. Mari bangkit, PEMUDA BISA...!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar