Sabtu, 22 Maret 2014

Pemuda dan Hari Esok



PEMUDA, ditangannya lah terletak harapan untuk masa depan yang lebih baik. Mendengar kata pemuda, di sana tergambar gairah yang menggelora mulai dari semangatnya, kekuatan fisiknya, pemikirannya maupun kecemerlangan ide-idenya. Lalu siapa pemuda itu sendiri? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Balai Pustaka (1994:309) “Generasi muda berasal dari kata generasi yaitu sekalian orang yang kira-kira sama waktu hidupnya, angkatan dan turunan. Generasi muda berarti kelompok atau kaum muda.” Adapun secara biologis dan hukum yang digolongkan pemuda adalah mereka yang berumur antara 15 sampai dengan 30 tahun baik pria maupun wanita. Nah, pertanyaan selanjutnya adalah mengapa harus pemuda yang menjadi harapan dalam suatu negeri, mengapa bukan orang tua atau anak-anak saja? Ada apa gerangan dengan pemuda, sehingga sosoknya begitu diharapkan? Yuk kita bahas apa saja potensi pemuda yang menjadi pewaris tonggak estafet dari generasi sebelumnya, ini dia....
a.    Semangat yang Selangit
Semangat merupakan kekuatan di dalam pikiran yang menebarkan pikiran positif sehingga kita bergairah dalam melakukan sesuatu. Inilah kekuatan psikologis yang dimiliki oleh pemuda, dimana mereka memiliki semangat yang selangit dalam berbagai hal, terutama pada hal-hal baru yang selalu menjadi tantangan untuk ditaklukkan.

b.    Kreatif dan Inovatif
Dalam perkembangan dunia yang semakin maju, siapa cepat maka ia akan mendapatkan apa pun. Untuk itulah kita tak boleh hanya berdiam diri saja, kita harus ikut bergerak tanpa harus menghilangkan jati diri dan budaya ketimuran kita yang kental dengan kesopanan. Sikap kreatif inilah yang harus kita bangun agar kita bisa bersaing dalam kompetisi kehidupan yang semakin tajam. Kreatif tidak selalu harus menemukan hal yang baru, kreatif yakni menemukan hal yang luar biasa dalam sesuatu yang biasa. Jika kita telah memiliki sifat kreatif maka inovatif menjadi bukti dari sikap kreatif kita dengan melakukan improvisasi sehingga lahirlah hasil kreatifitas baru yang lebih segar.
c.    Idealis dan Kritis
Idealisme sebagai konsep berpikir atau keyakinan sangatlah penting untuk menuntun jalan yang ingin kita tempuh dalam kehidupan ini. Seorang yang idealis akan senantiasa memegang idealisme yang ia yakini sebagai landasan dalam setiap perbuatan yang ia lakukan. Nah, disinilah kita harus jeli dalam menentukan idealisme yang kita yakini dengan mempertimbangkan berbagai aspek dan memahaminya secara keseluruhan, sehingga kita tidak salah dalam mengambil sebuah langkah. Selain itu sikap kritis juga diperlukan untuk bisa melihat dan menyadari apa yang sedang terjadi dalam dinamika sosial dan berusaha untuk ikut memikirkan pemecahan masalah yang cocok tak sekedar sebagai komentator semata yang hanya bisa  berkoar-koar tanpa sebuah tindakan nyata.

Nah, setelah mengenal potensi yang dimiliki dalam diri kita sebagai pemuda, lantas apa saja sich peran dan kontribusi yang bisa kita lakukan di tengah-tengah masyarakat? Berikut peran pemuda, diantaranya :
a. Orang-Orang Berpendidikan (Intelectual People)
Selain memiliki fisik yang kuat generasi muda juga dituntut untuk menjadi intelectual people atau orang-orang yang berpindidikan. Untuk memajukan Provinsi kita khususnya Kota Pangkalpinang, tidak cukup hanya dengan kekuatan fisik semata, tetapi juga intelegensi yang tinggi. Dalam perkembangan kehidupan yang semakin maju ini, kerja cerdas lebih dibutuhkan daripada kerja keras. Mengapa demikian? karena kerja cerdas bisa mengefektifkan tenaga dan waktu sehingga kita bisa mengoptimalkan waktu dan bertindak lebih banyak lagi.

b. Agen Perubahan (Agent of Change)
Perubahan  merupakan sebuah kebutuhan ditengah keberagaman yang ada. Berubah disini tentunya berubah untuk menjadi lebih baik lagi dari hari-hari sebelumnya. Disinilah pemuda dengan pemikirannya yang up to date harus berkontribusi dalam melakukan berbagai perubahan dalam masyarakat. Agen perubahan merupakan pelopor kebenaran menuju sebuah harapan baru, misalnya melalui demonstrasi. Demonstrasi itu biasa asalkan tidak anarkis, tak ada yang perlu dipermasalahkan, karena demonstrasi merupakan salah satu bentuk mengemukakan pendapat misalnya mengkritisi pemerintahan yang terkadang tidak sejalan dengan apa yang seharusnya.  
  
c. Pemimpin Masa Depan (The Leader of Tomorrow)
Pemuda sebagai pemimpin masa depan merupakan tonggak peradaban yang akan menentukan perjalanan Kota Pangkalpinang dan Provinsi BABEL untuk kedepannya. Masa depan Kota Pangkalpinang berada ditangan pemuda dan generasi muda. Untuk itulah pemuda harus senantiasa belajar. Tak hanya belajar dalam konteks pendidikan formal atau nonformal, namun belajar dari pengalaman dan kehidupan orang-orang terdahulu yang telah berjasa dalam perjalanan sejarah. Ir. Soekarno pernah berujar “Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia.” (Penyambung Lidah Rakyat Indonesia). Begitulah gambaran dahsyatnya peran pemuda untuk menentukan masa depan dalam masyarakat.
Setelah mengenal potensi dan apa saja yang menjadi peran pemuda, kini saatnya kita mengenal lebih dalam sosok pemuda tersebut. Dalam hal ini, kita bisa mengelompokkan generasi muda menjadi 3 kelompok, yaitu :
a.  Pemuda Destruktif
Pemuda destruktif merupakan mereka yang belum mengenal siapa mereka dan apa tujuan hidup mereka, seperti berjalan tanpa peta sehingga seringkali terombang ambing dalam arus globalisasi yang juga membawa gelombang negatif dalam beberapa aspek tertentu. Hal ini bisa dilihat dari mulai maraknya kasus narkoba dikalangan pemuda, dan kerusakan moral sampai krisis identitas atau kehilangan jati diri yang banyak dialami oleh pemuda. Hal ini tidak hanya berasal dari dalam diri individu semata, namun juga faktor ekstern seperti media massa dan lingkungan serta rendahnya tingkat pendidikan. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang pada tahun 2012 lalu, jumlah anak putus sekolah sebanyak 245 anak (Bangkapos.com). Hal ini tentu mempengaruhi cara berpikir dan nilai moral yang mereka miliki, meskipun di sisi lain masih ada pemuda terpelajar yang prilakunya menyimpang. Nah, kalau yang berpendidikan saja masih bisa salah, apalagi yang tingkat pendidikannya masih sangat rendah...?
b. Pemuda CB
Pemuda CB alias cuek bebek merupakan segolongan pemuda yang tak banyak berperan aktif. Ia hanya sibuk dengan dunianya sendiri. Pemuda yang satu ini biasanya bersifat pesimis dan menjalani hidup apa adanya, seperti air yang mengalir saja. Entah itu mengalir ke saluran got atau ke sungai yang tercemar, ya mengalir saja tanpa diarahkan. Semboyan mereka adalah EGP, emang gue pikirin...? Inilah buah dari sikap individualitas, sehingga sikap sosial mulai tergerus. Mereka lebih menyibukkan diri di dunia maya ketimbang dunia nyata. Setiap harinya tak pernah absen dari jejaring sosial seperti facebook, twitter, skype dan lainnya hanya untuk sebuah eksistensi dan menjadi penyandang cap gaul bin trendy.
c. Pemuda Konstruktif
Oke, tenang saja sobat. Gak semua pemuda masuk dalam dua kategori di atas kok. Masih ada pemuda hari ini yang menjadi bagian dari pemuda konstruktif, meskipun mungkin jumlahnya lebih sedikit dibanding pemuda destruktif dan pemuda CB seperti yang dijelaskan di atas. Berbanggalah menjadi kaum yang sedikit tetapi positif dan tugas kita bersama untuk menggandeng teman-teman lainnya agar ikut menjadi pemuda konstruktif yang senantiasa memberikan dampak positif. Para pemuda konstruktif senantiasa berkontribusi dalam kemajuan Kota Pangkalpinang dan Provinsi BABEL ini. Meski tak setenar artis, tak sekaya pegusaha, namun mereka lah yang pantas untuk membangun Kota ini menuju peradaban yang lebih maju, karena mereka telah selangkah demi selangkah menuju puncak kesuksesan yang harus dimulai dari sekarang, bukan besok atau lusa.
Tinta Emas Pemuda Konstruktif
Dahulu ada Ir. Soekarno, founding father Indonesia yang menghabiskan masa mudanya untuk melawan para penjajah dan berjuang bersama pemuda lainnya untuk meraih kemerdekaan yang sekarang kita rasakan. Blake Rose, menciptakan Mozilla firefox (penjelajah internet), ketika ia masih berumur 19 tahun. Sejak itu firefox banyak digunakan karena memang terbukti lebih mudah dioperasikan dibandingkan aplikasi web lainnya. Mark Zuckerberg, seorang pemuda asal Amerika Serikat mencapai puncak kesuksesannya diusia 25 tahun dengan merilis jejaring sosial bernama facebook. Siapa yang tak kenal facebook? Jejaring sosial yang satu ini begitu ramai digandrungi masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang tua. Bukan hanya pada zaman dahulu saja banyak pemuda yang sukses, bukan juga pemuda dari belahan barat saja yang punya prestasi yang membanggakan. Kita pun tak kalah hebatnya dari mereka. Mau bukti..? Ini dia... Lima siswa yang tergabung dalam TOFI menjuarai IPhO (International Physics Olympiad) ke - 42 di Bangkok pada tahun 2011 dan berhasil meraih 1 medali emas, 1 perak dan 3 perunggu. Prestasi gemilang lainnya diukir pemuda dalam ajang International Junior Science Olympiad (IJSO) pada tahun 2012 yang berlangsung di Iran. Dari 12 peserta yang dikirim, Indonesia meraih 2 medali emas, 6 medali perunggu dan 1 medali perak.
Provinsi kita pun mempunyai pemuda yang berprestasi, salah satunya Andrea Hirata yang berhasil menyelesaikan gelar masternya di University of Sorbone, Prancis dengan predikat cumlaude. Selain itu ia juga muncul sebagai novelis terkenal dengan tetralogi laskar pelangi. Pemuda BABEL lainnya yang berprestasi yakni Najmul Fajri Usman, ia terpilih sebagai salah satu pemuda yang diundang dalam kongres anak sedunia di Kota Rio de Janeiro, Brazil. Ia juga merupakan mahasiswa yang menerima beasiswa penuh di University of Malay. Sungguh prestasi yang membanggakan, sudah sepatutnya kita memberi applause dan apresiasi yang tinggi untuk mereka, generasi muda yang benar-benar bisa diharapkan dan menjadi inspirasi bagi pemuda lainya.
Optimalisasi Peran Pemuda
Setelah kita mengupas satu persatu karakteristik dari seorang pemuda, tentunya tak ada lagi keraguan bahwa yang kita butuhkan saat ini adalah pemuda konstruktif, bukan pemuda destruktif atau pemuda CB yang tidak memberi konstribusi pada negeri ini. Namun kita juga tidak bisa mengabaikan dua kelompok pemuda tersebut, karena mereka merupakan bagian dari generasi muda yang nantinya akan meneruskan perjalanan Kota Pangkalpinang. Untuk itulah kita perlu mengadakan optimalisasi peran pemuda sehingga semua pemuda bisa masuk dalam kategori pemuda konstruktif. Pemuda yang akan memberikan harapan untuk hari esok yang lebih cerah, berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan
a.  Kesadaran Pemuda
Sudah selayaknya pemuda Pangkalpinang hari ini membuka mata lebar-lebar akan realita yang ada dihadapannya. Tak ada yang bisa mengubah pemuda seutuhnya, selain kesadaran dari dalam diri pemuda untuk merubah dan memperbaiki kualitas dirinya. Menyadari dan memahami potensi yang dimilikinya, serta ikut berperan dalam masyarakat sebagai kontribusi terhadap Kota Pangkalpinang tempat dimana kita berdomisili. Bangkitlah wahai pemuda, tunjukkan dirimu BISA...!
b. Pembentukkan Karakter Pemuda
Karakter merupakan hasil dari habits yang kita kerjakan setiap harinya sehingga terbentuk menjadi sebuah kepribadian. Pembentukan karakter ini perlu dilakukan, karena sebagian pemuda hari ini mengalami krisis identitas atau tidak mengenal jati dirinya sendiri. Identitas disini bukan saja perkara nama atau biodata diri melainkan karakter dan potensi yang kita miliki, siapa dan apa tujuan yang ingin kita raih dalam kehidupan yang mencakup konsep hakikat diri kita sebagai pemuda. Maka dari itu, perlu adanya peran dari orang tua sebagai pilar utama dalam mendidik anak dan pemuda sehingga mereka memiliki jati diri yang kuat dan tidak mudah melakukan plagiat terhadap apa yang mereka lihat. Dalam hal ini, lembaga pendidikan juga harus ikut berperan dalam mendidik generasi muda yang berilmu juga bermoral dengan menanamkan nilai-nilai agama serta memberikan suri teladan yang baik kepada mereka.

c. Organisasi Kepemudaan
Organisasi kepemudaan merupakan suatu wadah yang terdapat berbagai populasi pemuda sehingga pemuda bisa saling sharing ilmu dan pengalaman serta bergerak bersama mencapai tujuan yang diinginkan. Mengapa kita perlu berkelompok...? Tentu karena dengan semakin banyaknya teman sebagai tempat kita saling berpegang, kita akan lebih kuat dan bisa saling mengingatkan agar tidak terjerumus dalam kerusakan yang kini merajarela. Selain itu organisasi merupakan tempat untuk bersosialisasi sehingga bergabung dalam suatu organisasi adalah langkah yang sangat perlu untuk dilakukan, baik itu organisasi di tingkat Desa  dan Kecamatan seperti karang taruna, ikatan remaja masjid, badan perwakilan desa dan lain lain, maupun organisasi lokal dan nasional yang cakupannya lebih luas. 
d. Negara sebagai Pengatur
Negara merupakan organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyat. Negara memiliki fungsi mengatur jalannya sistem pemerintahan dan kehidupan rakyatnya. Tanpa bermaksud menggurui, disini penulis berpikir negara haruslah lebih bijaksana dalam mengatur media massa baik media cetak maupun elektronik, karena pada faktanya begitu banyak kerusakan yang diakibatkan dari media massa yang tidak terkontrol dan terkesan bebas menayangkan tontonan yang justru merusak pemuda. Akan lebih bijak, bila media massa yang memegang peranan penting dalam dunia informasi diberi pengarahan untuk menyiarkan tayangan edukasi yang lebih banyak dan meminimalisasi sinetron yang tidak mendidik.


Sebuah Resolusi
Kini saatnya pemuda bergerak, melangkah untuk maju membangun Kota Pangkalpinang yang gemilang. Menuju hari esok yang lebih cerah dengan mengenal potensi diri pemuda dan melaksanakan perannya baik sebagai intelectual people, agent of change maupun sebagai the leader of tomrrow. Begitu banyak harapan yang diamanahkan oleh generasi penerus kepada pemuda, maka mari kita berjuang dari sekarang. Selangkah demi selangkah menuju sebuah pembaharuan untuk hari esok yang lebih baik. Pemuda adalah tonggak harapan, untuk itulah kita harus berdiri tegak untuk menjadi garda terdepan dalam pembangunan Kota Pangkalpinang khususnya dan Provinsi BABEL pada umumnya. Bergerak, ya itulah yang harus kita lakukan sekarang. W.S Rendra pernah berkata, “ Kesadaran adalah matahari, kesabaran adalah bumi, keberanian menjadi cakrawala dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata.” Untuk itulah kita harus bergerak dan berperan aktif dalam pembangunan sebagai bentuk aplikasi dari kata-kata yang sudah diuraikan di atas. Apa yang terjadi hari ini adalah potret pemuda Pangkalpinang di masa yang sebelumnya. Pemuda dan generasi muda saat ini adalah potret hari esok Pangkalpinang. Mari bangkit, PEMUDA BISA...!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar