Minggu, 23 Maret 2014
A DREAM
Jika ditanya masih berharap, saya sangat berharap akan itu. Mimpi untuk kuliah di sana. Meski tak ada yang tahu apakah hal itu mungkin terjadi. Sejujurnya selama ini aku gak pernah minta apa-apa baru kali ini aku dengan keukeh menginnginkan sesuatu itu Sesuau yang sangat ku idam-idamkan. apaakah itu salah...? Nampaknya mereka berpikir bahwa itu sesuatu yang salah. Lihatlah, ketika kebanyakan temanku mengendarai motor yang bagus, aku tak pernah merengek untuk itu, begitupun ketika mereka asyik dengan smartphone ny aku tidak pernah ingin seperti mereka. Aku hanya ingin kuliah disana..! Entah untuk yang keberapa kalinya aku merasakan hal yang serupa ketika butiran mimpi yang q genggam erat-erat, dipaksa untuk lepas dari tangan ini, ya mereka merenggut milikku yang berharga. Sebuah mimpi yang selalu memberiku keyakinan bahwa aku bisa melakukannnya. Sebuah mimpi yang membuatku akan terus mencoba melampaui terjalnya bebatuan yang menghadang jalan ini. Sekarang, ketika mimpi itu tlah menjad serpihan, maka semua semangat untuk memanjat kaki langit serasa begitu berat. Aku bahkan kehilangan kepercayaan diri dalam belajar. Aku bahkan bermalas-malasan karena beranggapan bahwa percuma saja aku belajar jika akhirnya mimpi itu telah dirampas dariku. Semua harapanku musnah seketika. Tapi, meski mimpi itu telah dirampas dariku, dalam bilik hati yang terkecil ini sepihan mimpi itu masih melekat jelas disana, dan bahkan masih terus terngiang dalam pikiranku. Aku hanya berharap mimpi itu akan menjadi nyata. Ya, hanya itu. Aku ingin kuliah disana.Aku sendiri tak tau kelanjutan dari potongan mozaikku, bisakah aku seperti Andrea Hirata yang berhasiil menggapai mimpinya, ataukah aku hanya akan menjadi seperti Alif dalam kisah Trilogi Negeri 5 Menara....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar