#Karangan
Bunga
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke salemba
Sore itu.
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke salemba
Sore itu.
Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi.
(Taufik Ismail, Tirani, 1966)
Analisis Puisi
ü Tiga anak kecil pada larik pertama menggambarkan orang – orang yang lemah dan
tidak mengerti tentang peristiwa demonstrasi menentang orde lama waktu itu.
ü Dalam langkah malu – malu, berarti melakukan suatu tindakan yang tidak mengharapkan pamrih
dan tidak ingin dilihat orang lain. Maksudnya disini masyarakat dan orang –
orang lemah yang diwakili oleh tiga anak kecil tadi mendukung dari belakang gerakan
mahasisiwa yang saat itu melakukan demonstrasi, karena mereka tidak tahu harus
berbuat apa.
ü Datang ke salemba Sore itu
menunjukkan
kepedulian masyarakat terhadap aksi demonstrasi yang sempat terjadi di salemba
waktu itu. Datang ke salemba juga merupakan diksi yang mengisyaratkan bahwa
peristiwa yang diceritakan dalam puisi adalah demonstrasi menentang orde lama
yang sempat terjadi di salemba.
ü Ini dari kita pada larik pertama bait dua, menunjukkan perhatian dan kepedulian
dari masyarakat terhadap peristiwa demonstrasi yang terjadi dan rasa simpatik
kepada mahasiswa yang meneriakkan aspirasi masyarakat untuk mengganti rezim
orde lama.
ü Pita hitam pada karangan bunga, larik kedua menggambarkan kesedihan yang mendalam atas
meninggalnya salah satu mahasiswa yang terlibat dalam aksi demonstrasi waktu
itu. Kata hitam disini melambangkan duka cita dan kesedihan yang dirasakan
masyarakat. Karangan bunga menggambarkan bunga yang dirangkai untuk ucapan
belasungkawa atas meninggalnya mahisiswa tersebut
ü Sebab kami ikut berduka pada larik ketiga bermakna
lugas, dimana masyarakat merasa sedih atas meninggalnya salah satu mahasiswa
yang menjadi pahlawan dalam memperjuangkan pergantian rezim orde lama.
ü Bagi kakak yang ditembak mati, larik keempat. Kakak disini merupakan diksi yang menunjuk kepada
mahasiswa yang meninggal pada demonstrasi tersebut yakni Arif Rahman Hakim pada tahun 1966. Ia ditembak mati, yakni
dibunuh oleh penguasa di Negeri ini pada masa orde lama.
ü Siang tadi, menggambarkan peristiwa yang belum lama
terjadi karena puisi ini dibuat pada tahun yang sama dengan peristiwa
penembakan tersebut, yakni pada tahun 1966.
Analisis Unsur Intrinsik Puisi
Ø Tema : Peristiwa demonstrasi menentang orde lama. Hal ini bisa
disimpulkan dari larik ketiga bait pertama yang berbunyi Datang ke salemba, karena
peristiwa demonstrasi yang menewaskan seorang mahasiswa waktu itu terjadi di
salemba pada tahun 1966.
Ø Rima
1.
Rima
a-a (dominan) pada larik 1 – 3 bait kedua
2.
Rima
u-u pada larik 4 dan 5 bait kedua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar