Sabtu, 22 Maret 2014

ANALISI PUISI KARANGAN BUNGA



#Karangan Bunga

Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke salemba
Sore itu.

Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi.

(Taufik Ismail, Tirani, 1966)

Analisis Puisi
ü  Tiga anak kecil pada larik pertama menggambarkan orang – orang yang lemah dan tidak mengerti tentang peristiwa demonstrasi menentang orde lama waktu itu.
ü  Dalam langkah malu – malu, berarti melakukan suatu tindakan yang tidak mengharapkan pamrih dan tidak ingin dilihat orang lain. Maksudnya disini masyarakat dan orang – orang lemah yang diwakili oleh tiga anak kecil tadi mendukung dari belakang gerakan mahasisiwa yang saat itu melakukan demonstrasi, karena mereka tidak tahu harus berbuat apa.
ü  Datang ke salemba                                                                                                         Sore itu       
menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap aksi demonstrasi yang sempat terjadi di salemba waktu itu. Datang ke salemba juga merupakan diksi yang mengisyaratkan bahwa peristiwa yang diceritakan dalam puisi adalah demonstrasi menentang orde lama yang sempat terjadi di salemba.
ü  Ini dari kita pada larik pertama bait dua, menunjukkan perhatian dan kepedulian dari masyarakat terhadap peristiwa demonstrasi yang terjadi dan rasa simpatik kepada mahasiswa yang meneriakkan aspirasi masyarakat untuk mengganti rezim orde lama.
ü  Pita hitam pada karangan bunga, larik kedua menggambarkan kesedihan yang mendalam atas meninggalnya salah satu mahasiswa yang terlibat dalam aksi demonstrasi waktu itu. Kata hitam disini melambangkan duka cita dan kesedihan yang dirasakan masyarakat. Karangan bunga menggambarkan bunga yang dirangkai untuk ucapan belasungkawa atas meninggalnya mahisiswa tersebut
ü  Sebab kami ikut berduka pada larik ketiga  bermakna lugas, dimana masyarakat merasa sedih atas meninggalnya salah satu mahasiswa yang menjadi pahlawan dalam memperjuangkan pergantian rezim orde lama.
ü  Bagi kakak yang ditembak mati, larik keempat. Kakak disini merupakan diksi yang menunjuk kepada mahasiswa yang meninggal pada demonstrasi tersebut yakni Arif Rahman Hakim pada tahun 1966. Ia ditembak mati, yakni dibunuh oleh penguasa di Negeri ini pada masa orde lama.
ü  Siang tadi, menggambarkan peristiwa yang belum lama terjadi karena puisi ini dibuat pada tahun yang sama dengan peristiwa penembakan tersebut, yakni pada tahun 1966.

Analisis Unsur Intrinsik Puisi

Ø  Tema : Peristiwa demonstrasi menentang orde lama. Hal ini bisa disimpulkan dari larik ketiga bait pertama yang berbunyi Datang ke salemba, karena peristiwa demonstrasi yang menewaskan seorang mahasiswa waktu itu terjadi di salemba pada tahun 1966.
Ø  Rima
1.      Rima a-a (dominan) pada larik 1 – 3 bait kedua
2.      Rima u-u pada larik 4 dan 5 bait kedua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar