Senin, 28 April 2014

untitled




Untuk semua teman-teman terutama kelas XII IPA 1 dan semua angkatan tahun 2014. Semoga kita lulus maksimal 100%. Terimakasih untuk semua guru-guruku di MAN Model Pangkalpinang. I love you all...

Aku, Rya, dan Fai duduk santai di bawah pohon ketapang  yang tak terlalu rindang itu. Menikmati sepoi angin di tengah rerumputan yang menghijau. Rya masih asyik menulis di buku hariannya. Fai yang sedikit jahil hanya mencabut rumput disekitarnya. Aku tertawa melihatnya. Benar-benar konyol..!
“Gak nyangka ya kita udah kelas 3..” ucapku memecah kesunyian.
“Rasanya baru aja dulu kelas X...!” sambung Fai
“Biasa tanda-tanda akhir zaman, waktu akan terasa semakin cepat berlalu..” sahut Rya yang masih setia dengan pena ditangannya.
Aku menatap lurus ke arah kelasku. Ruangan yang tidak terlalu besar yang di cat berwarna biru muda, lalu ku alihkan pandanganku mengitari sekeliling Madrasah karena kelas kami tepat berada ditengah. Ada begitu banyak kenangan dan pelajaran disini. Di Madrasah ini. Madrasah Aliyah Negeri  (MAN) Model Pangkalpinang
            Pertama kali masuk kesini ada rasa kecewa yang sangat mendalam dalam diriku. “Ah, yang benar saja aku harus masuk MAN..? Tak ada seorangpun temanku yang mendaftar disini...!” aku benar-benar merasa putus asa. Sebenarnya, aku ingin masuk ke SMAN 1 Pemali, tapi ide tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh ibuku. Kemudian aku berniat masuk SMKN 2 mengambil jurusan multimedia, tapi lagi-lagi aku mendapat penolakan yang sama dengan berbagai alasan yang tak bisa kuterima. Aku benar-benar merasa kesal..! Dan akhirnya mengikuti titah mereka untuk masuk kesini, walaupun sebenarnya aku tak menerima keputusan ini dengan sepenuhnya. Aku hanya lelah jika harus terus berdebat dengan apa yang mereka inginkan, dan terpaksa menurutinya. Hari-hari pertama di Madrasah kurasakan sangat membosankan, mungkin karena aku masih setengah hati disini, ditambah lagi dengan pelajaran bahasa Arab yang sukses membuatku pusing 7 keliling karena memang tak memiliki dasar pengetahuan bahasa Arab sedikitpun, wajar saja karena aku berasal dari SMP, bukan MTs yang notabenenya memang mendalami ilmu agama.
            Tiga bulan berlalu, aku merasa cukup baikan dari semua rasa kesalku selama ini. Aku punya cukup banyak teman yang membuatku merasa nyaman, dan mulai bisa beradaptasi dengan banyaknya pelajaran yang disuguhkan, kecuali bahasa Arab yang belum ada kemajuannya. Tapi satu hal yang cukup mengejutkan adalah disini aku mulai menyukai pelajaran Bahasa Inggris, pelajaran yang sedari dulu menjadi musuhku. Benar-benar aneh. Mungkin benar adanya pepatah yang mengatakan “Janganlah kamu terlalu mencintai sesuatu, karena bisa jadi suatu hari nanti kami akan membencinya, dan janganlah kamu terlalu membenci sesuatu bisa jadi suatu hari nanti kamu justru mencintainya.”
Dari beragam eksul yang ada disekolah, aku hanya bergabung dalam ekskul jurnalis, karena aku memang senang menulis. Aku mendapatkan banyak teman dari ekskul jurnalis, karena disini kami bisa bertemu dan kenal dengan banyak orang dalam kegiatan peliputan berita. Tak heran meskipun hanya aktif diekskul jurnalis aku punya banyak kenalan di eskul rohis, marching band, teater maupun ekskul lainnya atau dengan siswa-siswa berprestasi yang biasa menjuarai berbagai perlombaan. Benar-benar menyenangkan,lama kelamaan aku merasa bahwa MAN tidaklah seperti apa yang kubayangkan dulu, MAN punya banyak keunggulan yang tidak dimiliki sekolah umum seperti SMA, dan aku benar-benar merasa beruntung menjadi bagian dari Madrasah ini. Aku juga menemunkan guru-guru yang sangat baik dan sabar disini, ada juga guru yang sangat senang bercerita dan memotivasi kami. Ah, pokoknya seru dech..!
Di kelas XI dan XII aku menemukan teman-teman yang sangat menyenangkan dengan beragam sifat dan karakter, tapi kami selalu kompak dalam berbagai hal. Persaingan yan ketat, senda gurau, kenakalan dan tingkah konyol lainnya mewarnai persahabatan kami yang hampir berjalan 2 tahun. Ah, ada begitu banyak kenangan yang terukir disetiap sudut-sudut madrasah ini, keributan didalam kelas, bolos ke kantin, ataupun sorak-sorakkan dilapangan olahraga saat pertandingan class meeting semuanya menjadi momen tersendiri yang mungkin akan sangat kami rindukan nantinya.
“ Ngelamunin apaan Zhie...?” tanya Rya yang melihatku bengong sedari tadi.
“ Gak ada, aku sayang kalian...!” aku melempar senyuman ke arah Fai dan Rya.
“ Lebay....!” protes Fai yang memang suka asal.
“Hhaahaaa...!’ kami tertawa bersama dibawah lukisan biru yang terhampar begitu luas, jauh diketinggian sana.
Ada sejuta kenangan disini, ada begitu banyak pelajaran yang kami dapatkan, pengalaman, persahabatan dan juga cinta yang menghiasi masa putih abu-abu di Madrasah ini. Semuanya terasa kian sempurna. Bersyukurlah karena hari ini kita masih menikmati masa-masa akhir dikelas 3 aliyah. Masa-masa yang menjadi penentuan masa depan kita nantinya. Aku kembali teringat wejangan mengenai Ujian Nasional dari guru-guru diminggu pertama ini. “Belajarlah jika ingin lulus, yakinlah Allah itu Maha Adil. Ia akan memberikan yang terbaik atas apa yang kita usahakan...”


                                                                                                            Rizky Rahmayani
                                                                                                            10 Januari 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar