Selasa, 29 April 2014

Bangkitlah,,,,

Saya benar-benar ingin menangis hari ini. Entahlah. Mungkin inilah hidup. Hidup yang tak selalu sesuai dengan keinginan kita bahkan mungkin sangat bertentangan dengan apa yang kita inginkan. Terlahir dalam kondisi keluarga yang berantakan adalah masalah terbesar yang tak pernah selesai. Aku terus terluka dan terluka lagi oleh puing-puing reruntuhan itu yang sangat menyakitkan. Sejak kecil aku terlalu terbiasa dengan semua penderitaan ini, hanya saja dulu aku masih terlalu polos sehingga tak begitu merasakan tusukan-tusukan itu. Aku hampir mati, ata mungkin separuhnya sudah mati karena tindasan kekejaman hidup ini. Aku bukan orang yang sempurna, tetapi selalu saja dituntut menjadi sempurna. Apalah dayaku...?Aku hanya insan biasa yang sungguh dhoif dan jauh dari kata sempurna. Sempurna..? Ah, hakikatnya saja aku tak benar-benar mengerti. Yang ku tau kesempurnaan itu hanyalah milik Allah, bukan milik insan yang bernama manusia, lalu mengapa kata sempurna masih menjadi tuntutan...? Sungguh sangat naif sekali....
Semua perasaan saya bercampur aduk, antara marah, kecewa, kesal, putus asa dan segala stigma negatif tentang hidup berkeliaran diotak saya. Saya tau hidup ini berat, tapi tak adakah sedikit ruang untuk bisa bernafas lega, menghirup segarnya udara sambil bermanja pada belaian angin...? Apakah semua itu hanya ilusi bagiku..? Aku sendiri tak pernah mengerti akan lika-liku hidupku yang kian terjal dan terkadang licin, hingga aku berulangkali jatuh dan terperosok ke dalam keputusasaan. Jangan salahkan aku jika aku berwatak keras kepala, itu karena aku terlalu bosan melihat penindasan hidup yang terjadi padaku. Aku ingin sedikit saja menghirup hawa kebebasan untuk menentukan jalanku. Lalu mengapa kalian terus saja mencerca ku dengan segala vonis yang begitu menyakitkan...? Apa kalian pikir aku ini robot yang tak bernurani...? Aku manusia, punya hati dan perasaan. Punya hati yang bisa terluka oleh semua pedang kata yang kalian luncurkan, aku punya ego yang bisa muncul ketika seringkali kalian bertindak semena-mena padaku. Aku manusia...! Bisa marah, kesal kecewa dan putus asa. Aku punya semua itu. Aku telah etih mendengarkan semua ocehan kalian, menuruti semua titah kalian, tapi pernahkah sekali saja kalian mendengarkanku, memberikan pilihan kepadaku, dan sesekali menuruti inginku. Sama sekali tidak pernah. Kalian pikir aku ini apa..??
Tetes-tetes airmata itu lagi-lagi jatuh. Hanya lewat tulisan ini aku bisa bercerita dan menuangkan keluh kesahku, agar aku bisa sedikit lebih tenang bernafas. Biarlah air mata itu menjadi saksi akan pahitnya hidup yang ku jalani. Biarlah air mata itu menjadi kekuatan yang memberiku ketegaran, karena sesungguhnya tak semua airmata itu tanda kelemahan, bagi seorang wanita air mata adalah kekuatan yang akan sedikit memberi ketenangan jiwa setelah dihantam bertubi-tubi masalah. Kuatlah wahai diri yang lemah, yakinlah kau bisa melampaui semua rintangan dan bangkit dari keterpurukan yang mendalam itu. Karena bahkan dalam novel sekalipun happy ending itu selalu ada dihalaman terkahir....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar