Selasa, 10 Juni 2014

Wisata Hutan Pelawan

Hello sobat, kali ini saya akan sedikit berbagi tentang perjalanan saya ke "Hutan pelawan" nich..! Wisata hutan pelawan terletak di daerah Namang, Bangka tengah. Sekitar 30-45 menit dari kota Pangkalpinang, Ibukota Provinsi Babel. Daerah Namang merupakan daerah yang dijadikan sebagai daerah agrowisata di Babel. Untuk sampaike Namang, kita bisa melewati dua rute, bisa dari desa simpang katis atau melewati jalan koba. Lokasi jalannya pun cukup bagus meskipun masih berupa tanah merah. Sekitar1km sebelum memasuki kawasan wisata hutan pelawan, kita akan disuguhi pemandangan desa yang asri, rumah-rumah pendudukyang sederhana, serta sawah dan ladang yang merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat.
Memasuki arean hutan pelawan, kita akan disambut oleh dua ekor lebah yang berdiri disisi kanan dan kiri gapura yang berwarna kuning. Mengapa lebah....? Karena lebah pelawan (Lebah yang hidup dibatang pohon pelawan merupakan salah satu ciri khas dari hutan wisata ini,selain dari pohon pelawan yang memang menjadi ciri khas tersendiri dari hutan wisata ini)
  

Sebelum memulai penjelajahan, bagi anda yang pertama kali berkunjung kesini ada baiknya meminta bantuan guide yang biasa nongkrong di sekitar warung atau di dekat gerbang. Guide tersebut akan sangat membantu, selain untuk memandu perjalanan juga untuk memberikan informasi tentang hutan pelawan dan apa saja yang ada didalamya, selain itu guide tersebut juga akan menanggung jika terjadi sesuatu yg tidak diinginkan, misalnya digigit lebah, maka akan diobati secara gratis oleh ahlinya. guide tersebut pun tidak mematok harga untuksetiap pengunjung, bahkan jika kita memang tidak mempunyai uang, mereka akan tetap memandu kita dengan senang hati, asalkan kita mau berbicara dgn sopan, Biasanya pengunjungmemberikan tip sekitar 20rb untuk para guide ini...
 menjelajahi hutan pelawan memberikan kesan perjalanan alam yang menarik,selain barisan pohon pelawan yang banyak tumbuh disekelilingnya, juga terdapat pohon2 rimbun lainnya seperti akasia,
dsb.

Kayu pelawan, berwarna merah. licin dan tidakada kulit kayunya

Ini anak pelawan yang baru ditanam...



Jalan sepanjang hutan pun cukup kecil, hanya jalan setapak yang di conblok yang muat untuk 2-3 orang. Guide yang memandu perjalanan kita akan senantiasa ramah untuk memberikan informasi apa saja, misalnya mengenai umur pohon, cara penanaman maupun perawatannya. Pohon pelawan cukup mudah perawatannya cukup disiram dan tak memerlukan pupuk, karena memang jenis pohon kayu-kayuan. Sebagian hasil kayu pelawan juga dijual, namun dalam jumlah yang sedikit sesuai dengan aturanyg telah ditentukan. masyarakat setempat jsendiri telah mengenal pohon pelawan sejak lama dan menggunakan daunnya sebagi obat tradisional untuk berbagai penyakit. Hutan pelawan ini juga menjadi tempat produksi madu, para koloni lebah tsb hidup di pohon pelawan dan membangun sarangnya dibatang pohon. Madu yang dihasilkan kemudian akan dikemas dan dijual didekat tempat terapi lebah. Oh ya jika anda ditempat lebah ini, jangan banyak bersuara, karena itu akan mengganggu lebah2 tsb, kalo tu lebah yang jumlah nya bejibun ngamuk dan nyerang kita bisa berabeh jadinya, jika ingin menganbil fotonya , matikan suara dan lampu kamera agar tak mengganggu mereka..
sarang lebah dipohon pelawan


Setelah menjelajahi jalanan yg diconblock kita akan melewati jembatan kayu yang panjang, yang dibawahnya ada rawa-rawa, katanya sih ada ikan juga disitu, gak tau ikan apa...
Berhati-hatilah mmelewati jembatan kayu tsb, karena ada kayu ygagak rapuh dan licin walaupun jumlahnya tidak banyak...

buah berwarna merah itu disebut 'rambuta hutan' oleh warga setempat. buahnya kecil seperti leci, banyak berjatuhan disekitar air atau didekat jembatan. Buah yg satu ini jadi favorit si monmon yg hidup di hutan ini. teksturnya persis seperti rambutan, namun rasanya sedikit masam.

Jika anda merasa lelah, disini juga ada beberapa pondok utk tempat peristirahatan yg bisa dinikmati secara gratis, namun pengunjung juga harus jaga kebersihan ya... disetiap sudut2 hutan telah disediakan kantong sampah  sehingga kawasan hutan ini tetapbersih dan terjaga





Nah,selain itu hutan pelawan juga memiliki ikon tersendir, yakni 'jembatan merah' yang menjadi tempat favorit pengunjung untuk mengabadikan momen. Jika pergi bersama guide, sang guide akan ddengan senang hati menjadi fotografer gratis..



Warna jembatan ini, merupakan gambaran dari warna kayu pelawan yang juga berwarna merah. Menarik bukan untuk berpose..?? Jika berkunjung kesini jangan lupa untuk berfoto dijembatan merah sebagi kenag-kenagan yang menarik. Don't lose the moment..!

Di hutan pelawan juga terdapat terapi lebah dan lintah. pengunjung akan ditanyai mengenai problem kesehatannya, lalu diterapi dengan ahlinya.
Dihutan pelawan juga ada menara pandang yang bisa dinaiki dengan menggunakan tangga, jika ingin mencobanya berhati-hatilah karena tangganya belum begitu memadai. Dari menara pandang kita bisa mengamati keseluruhan hutan pelawan yang hijau dan asri.So amazed..!

Untuk pengunjung yang lapar, bisa singgah ke warung kecil yang tersedia, yang menjual berbagai makanan dan minuman yang segar...

Nah, ini dia akhir dari penjelajahan kita...


Menarik sekali bukan...?? Ayo datang dan jelajahi Bangka Belitung, dan jika anda berkunjung ke bangka jangan lupa untuk singgah dan menjelajahi hutan pelawan....
So amazing...!

Sekian posting saya kali ini, jika kurang lengkap mohon maaf, untuk lebih jelasnya kunjungi langsung wisata hutan pelawan yg menawarkan pengalaman ygmenarik dan tak terlupakan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar