Selasa, 10 Juni 2014

Perpustakaan Impian


Perpustakaan Impian
Lomba Menulis Karya Ilmiah Populer Tingkat SMA/Sederajat
BPAD Provinsi BABEL



Oleh
Rizky Rahmayani
MAN Model Pangkalpinang
2014


BAB
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Perpustakaan sebagai sarana penyedia buku yang menjadi sumber bacaan masyarakat sangatlah penting keberadannya. Namun, dewasa ini keberadaan perpustakaan belum mampu mengundang animo masyarakat untuk mengunjungi perpustakaan. Hal ini disebabkan oleh dua faktor utama yakni faktor intern dari dalam diri masyarakat dan faktor ekstren yang berasal dari perpustakaan sebagai objek yang belum mampu menarik minat masyarakat untuk mengunjunginya. Untuk itulah perlu dilakukan pembenahan sehingga perpustakaan menjadi tempat yang nyaman dan menarik sebagaimana perpustakaan impian masyarakat pada umumnya. Perpustakaan juga harus bisa membaca tren di masyarakat agar bisa menjadi perpustkaan impian untuk masa kini maupun masa mendatang.
B.     Tujuan
Perpustakaan yang nyaman dan menarik dengan kualitas yang memadai tentunya menjadi perpustakaan impian bagi masyarakat. Hal ini juga bisa menjadi daya tarik agar masyarakat berminat dan senantiasa rindu untuk mengunjungi perpustakaan serta membangun kecintaannya terhadap buku. Untuk itulah tulisan ini dibuat sebagai upaya mewujudkan perpustakaan impian yang membantu masyarakat untuk mencintai buku sehingga terciptalah budaya baca yang akan menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas dan berkualitas.
C.    Pembatasan Masalah
1.      Mengenal perpustakaan impian
2.      Merancang dan mewujudkan perpustakaan impian


BAB II
ISI
            Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:1121,528) perpustakaan adalah tempat, gedung, ruang yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku dsb; sedangkan impian berarti barang yg sangat di-inginkan. Nah, dari pengertian diatas bisa kita simpulkan bahwa perpustakaan impian merupakan tempat berisi koleksi buku yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat. Untuk menciptakan perpustakaan impian di provinsi BABEL, setidaknya ada dua aspek yang mesti dibenahi, yakni appearance (penampilan) dan library management (manajemen perpustakaan) dari sebuah perpustakaan.
1.      Appearance (penampilan)
Penampilan memang tak menjamin isi dari sebuah perpustakaan, tetapi tampilan yang menarik dapat memberi kesan yang ‘wah’ sehingga masyarakat bisa jatuh cinta dengan perpustakaan lewat pandangan pertama. Secara umum ada dua hal yang mesti dibenahi untuk mempercantik tampilan perpustakaan, diantaranya :
a.       Dekorasi Perpustakaan
Dekorasi perpustakaan tak hanya soal bentuk gedung yang unik, tetapi juga penataan ruangan yang menarik dan cantik. Misalnya memanfaatkan halaman sekitar perpustakaan menjadi taman yang hijau dengan aneka bunga yang berwarna-warni, serta menyediakan pondok atau tempat duduk bagi pengunjung yang ingin membaca dengan suasana yang berbeda. Hal lainnya yang bisa dilakukan diantaranya dengan mengecat perpustakaan dengan warna yang cerah (ex: biru, hijau, kuning, dll). Memberi dekorasi interior perpustakaan yang menarik misalnya dengan menambahkan poster di dinding perpustakaan, atau memberi variasi bentuk rak buku yang lebih cantik, misalnya rak berbentuk buah-buahan untuk koleksi buku anak-anak.


b.      Fasilitas Perpustakaan
      Jika selama ini Perpustakaan hanya menyediakan buku dan fasilitas untuk membaca lainnya, kini saatnya perpustakaan harus mengupgrade fasilitas yang ada untuk bisa menjadi tempat kunjungan yang menarik untuk didatangi masyarakat. Hal ini bisa dilakukan dengan membangun fasilitas cafe, wi-fi area, musholla, serta fasilitas edukasi lainnya di dalam perpustakaan atau disekitar area perpustakaan. Fasilitas edukasi tersebut bisa diwujudkan melalui pembentukan kelas berdongeng untuk anak-anak, kelas sastra, maupun kelas menulis. Hal ini dikarenakan eratnya hubungan antara buku sebagai media edukasi, sastra maupun dunia kepenulisan. Selain itu perpustakaan juga bisa membangun aula yang nantinya dapat digunakan untuk pementasan drama, tarian tradisonal maupun lomba kepenulisan yang diadakan oleh perpustakaan itu sendiri.                                                                                                             


2.      Library Management (Manajemen Perpustakaan)
Manajemen perpustakaan atau tata cara pengelolaan perpustakaan merupakan elemen penting yang mesti ditingkatkan kualitasnya sehingga bisa mengoptimalkan peran perpustakaan secara efektif dan efesien. Adapun usaha yang dapat dilakukan diantaranya :

a.       Digital Library (Perpustakaan Digital)
Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi tesebut melalui perangkat digital (Sismanto, 2008). Perpustakaan digital dibangun diatas teknologi web yang memungkinkan pengaksesan koleksi oleh anggota, kapan dan dimanapun untuk mengetahui informasi mengenai buku melalui catalog online . Selain itu perpustakaan digital juga memudahkan kinerja pustakawan dengan fungsi otomasi perpustakaan yang menitikberatkan bagaimana cara mengontrol sistem administrasi layanan secara otomatis.



b.      Pemberdayaan Pustakawan
Pustakawan sebagai salah satu subjek pengelola perpustakaan memiliki peran penting dalam mewujudkan perpustakaan impian. Pemberdayaan pustakawan perlu dilakukan sebagai usaha sinergis antara kualitas perpustakaan dengan pelayanan publik yang diberikan perpustakaan kepada para pengunjung. Melalui pemberdayaan pustakawan, kedepannya pustakawan diharapakan bisa lebih kreatif lagi dalam mempromosikan perpustakaan baik melalui seminar, kunjungan ke masyarakat maupun melalui situs internet atau jejaring sosial. Tak hanya itu, pustakawan juga dituntut untuk bersikap ramah kepada setiap pengunjung dan memberikan layanan informasi seputar tata letak buku, tata cara peminjaman, maupun informasi lainnya yang dibutuhkan oleh pengunjung perpustakaan sebagai bentuk pelayanan prima dari pustakawan.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Untuk mewujudkan perpustakaan impian, perpustakaan haruslah melakukan pembenahan baik dari segi appearance (penampilan) maupun library management (manajemen perpustakaan). Terwujudnya perpustakaan impian tentunya menjadi magnet yang akan menarik masyarakat untuk datang berkunjung ke perpustakaan dengan sendirinya. Dengan timbulnya gairah masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan, akan memacu pertumbuhan minat baca masyarakat. Minat baca tersebut nantinya akan membuahkan sebuah budaya baca yang akan mencerdaskan masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas
            Penulis berharap gagasan pembenahan perpustakaan yang telah dijelaskan sebelumnya dapat menginspirasi pihak perpustakaan sehingga perpustkaan bisa bertransformasi menjadi perpustakaan impian masyarakat yang tak sekedar menjadi mimpi, tetapi dapat direalisasikan oleh Pemerintah Daerah maupun pusat. Dengan demikian, perpustakaan impian dapat terwujud terutama di Provinsi BABEL dan di Indonesia pada umumnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar