Perpustakaan Impian
Lomba Menulis Karya Ilmiah Populer
Tingkat SMA/Sederajat
BPAD Provinsi BABEL
Oleh
Rizky Rahmayani
MAN Model Pangkalpinang
2014
BABⅠ
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Perpustakaan sebagai sarana penyedia buku yang menjadi sumber
bacaan masyarakat sangatlah penting keberadannya. Namun, dewasa ini keberadaan
perpustakaan belum mampu mengundang animo masyarakat untuk mengunjungi perpustakaan.
Hal ini disebabkan oleh dua faktor utama yakni faktor intern dari dalam diri
masyarakat dan faktor ekstren yang berasal dari perpustakaan sebagai objek yang
belum mampu menarik minat masyarakat untuk mengunjunginya. Untuk itulah perlu dilakukan
pembenahan sehingga perpustakaan menjadi tempat yang nyaman dan menarik
sebagaimana perpustakaan impian masyarakat pada umumnya. Perpustakaan juga
harus bisa membaca tren di masyarakat agar bisa menjadi perpustkaan impian untuk
masa kini maupun masa mendatang.
B.
Tujuan
Perpustakaan yang nyaman dan menarik dengan kualitas yang memadai tentunya
menjadi perpustakaan impian bagi masyarakat. Hal ini juga bisa menjadi daya
tarik agar masyarakat berminat dan senantiasa rindu untuk mengunjungi
perpustakaan serta membangun kecintaannya terhadap buku. Untuk itulah tulisan
ini dibuat sebagai upaya mewujudkan perpustakaan impian yang membantu
masyarakat untuk mencintai buku sehingga terciptalah budaya baca yang akan
menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas dan berkualitas.
C.
Pembatasan Masalah
1.
Mengenal
perpustakaan impian
2.
Merancang
dan mewujudkan perpustakaan impian
BAB II
ISI
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:1121,528) perpustakaan adalah tempat,
gedung, ruang yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku
dsb; sedangkan impian berarti barang yg sangat di-inginkan. Nah, dari
pengertian diatas bisa kita simpulkan bahwa perpustakaan impian merupakan
tempat berisi koleksi buku yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat.
Untuk menciptakan perpustakaan impian di provinsi BABEL, setidaknya ada dua
aspek yang mesti dibenahi, yakni appearance (penampilan) dan library management
(manajemen perpustakaan) dari sebuah perpustakaan.
1.
Appearance (penampilan)
Penampilan memang tak menjamin isi dari sebuah perpustakaan, tetapi
tampilan yang menarik dapat memberi kesan yang ‘wah’ sehingga masyarakat bisa
jatuh cinta dengan perpustakaan lewat pandangan pertama. Secara umum ada dua
hal yang mesti dibenahi untuk mempercantik tampilan perpustakaan, diantaranya :
a.
Dekorasi
Perpustakaan
Dekorasi perpustakaan tak hanya soal bentuk gedung yang unik,
tetapi juga penataan ruangan yang menarik dan cantik. Misalnya memanfaatkan halaman
sekitar perpustakaan menjadi taman yang hijau dengan aneka bunga yang
berwarna-warni, serta menyediakan pondok atau tempat duduk bagi pengunjung yang
ingin membaca dengan suasana yang berbeda. Hal lainnya yang bisa dilakukan
diantaranya dengan mengecat perpustakaan dengan warna yang cerah (ex: biru,
hijau, kuning, dll). Memberi dekorasi interior perpustakaan yang menarik
misalnya dengan menambahkan poster di dinding perpustakaan, atau memberi
variasi bentuk rak buku yang lebih cantik, misalnya rak berbentuk buah-buahan
untuk koleksi buku anak-anak.
b.
Fasilitas
Perpustakaan
Jika
selama ini Perpustakaan hanya menyediakan buku dan fasilitas untuk membaca
lainnya, kini saatnya perpustakaan harus mengupgrade fasilitas yang ada
untuk bisa menjadi tempat kunjungan yang menarik untuk didatangi masyarakat.
Hal ini bisa dilakukan dengan membangun fasilitas cafe, wi-fi area, musholla,
serta fasilitas edukasi lainnya di dalam perpustakaan atau disekitar area
perpustakaan. Fasilitas edukasi tersebut bisa diwujudkan melalui pembentukan kelas
berdongeng untuk anak-anak, kelas sastra, maupun kelas menulis. Hal ini
dikarenakan eratnya hubungan antara buku sebagai media edukasi, sastra maupun
dunia kepenulisan. Selain itu perpustakaan juga bisa membangun aula yang
nantinya dapat digunakan untuk pementasan drama, tarian tradisonal maupun lomba
kepenulisan yang diadakan oleh perpustakaan itu sendiri.
2.
Library Management (Manajemen Perpustakaan)
Manajemen
perpustakaan atau tata cara pengelolaan perpustakaan merupakan elemen penting
yang mesti ditingkatkan kualitasnya sehingga bisa mengoptimalkan peran
perpustakaan secara efektif dan efesien. Adapun usaha yang dapat dilakukan diantaranya
:
a.
Digital
Library (Perpustakaan Digital)
Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan
dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi tesebut melalui
perangkat digital (Sismanto, 2008). Perpustakaan digital dibangun
diatas teknologi web yang memungkinkan pengaksesan koleksi oleh anggota, kapan
dan dimanapun untuk mengetahui informasi mengenai buku
melalui catalog online . Selain itu perpustakaan digital juga memudahkan
kinerja pustakawan dengan fungsi otomasi perpustakaan yang menitikberatkan
bagaimana cara mengontrol sistem administrasi layanan secara otomatis.
b.
Pemberdayaan
Pustakawan
Pustakawan sebagai salah satu subjek pengelola perpustakaan memiliki
peran penting dalam mewujudkan perpustakaan impian. Pemberdayaan pustakawan
perlu dilakukan sebagai usaha sinergis antara kualitas perpustakaan dengan
pelayanan publik yang diberikan perpustakaan kepada para pengunjung. Melalui
pemberdayaan pustakawan, kedepannya pustakawan diharapakan bisa lebih kreatif
lagi dalam mempromosikan perpustakaan baik melalui seminar, kunjungan ke masyarakat
maupun melalui situs internet atau jejaring sosial. Tak hanya itu, pustakawan
juga dituntut untuk bersikap ramah kepada setiap pengunjung dan memberikan
layanan informasi seputar tata letak buku, tata cara peminjaman, maupun
informasi lainnya yang dibutuhkan oleh pengunjung perpustakaan sebagai bentuk
pelayanan prima dari pustakawan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Untuk
mewujudkan perpustakaan impian, perpustakaan haruslah melakukan pembenahan baik
dari segi appearance (penampilan) maupun library management (manajemen
perpustakaan). Terwujudnya perpustakaan impian tentunya menjadi magnet yang akan
menarik masyarakat untuk datang berkunjung ke perpustakaan dengan sendirinya. Dengan
timbulnya gairah masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan, akan memacu pertumbuhan
minat baca masyarakat. Minat baca tersebut nantinya akan membuahkan sebuah
budaya baca yang akan mencerdaskan masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan
wawasan yang luas
Penulis
berharap gagasan pembenahan perpustakaan yang telah dijelaskan sebelumnya dapat
menginspirasi pihak perpustakaan sehingga perpustkaan bisa bertransformasi menjadi
perpustakaan impian masyarakat yang tak sekedar menjadi mimpi, tetapi dapat direalisasikan
oleh Pemerintah Daerah maupun pusat. Dengan demikian, perpustakaan impian dapat
terwujud terutama di Provinsi BABEL dan di Indonesia pada umumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar