Rabu, 04 Maret 2015

Mentari yang Menghilang (Runtuhnya Daulah)


Khilafah telah terbunuh, mentari menghilang sudah
Cahaya islam yang benderang kini meredup
Hilang, hanya hitam berbalut kemaksiatan
Kehangatan suasana islam membeku sudah
Butir-butir ideologi gugur satu persatu
Musim semi dimana kejayaan islam bertahta
hanya menyisakan satu atau dua bunga pejuang
di ladang hijau yang berubah tandus akibat keringnya internalisasi islam
Mentari itu, yang menjadi poros penerapan hukum syariah
Kini telah tumbang, hingga distrorsi sistem kehidupan semakin menjadi
Hukum, perekenomian, pemerintahan telah menyimpang dari orbit aslinya
Menerbitakan kekacauan yang kian sistemik
Ditengah kegelapan dunia yang menggeliat
Apa yang kan kau lakukan hai pemuda...?
Diam lalu termakan gelap itu...?
Tidakkah kau merasa bertanggung jawab dengan gelar khoiru ummat itu..?
Tidakkah kau merasa terhina hidup dalam kegelapan ini...?
Sedang sesungguhnya kau memiliki mentari yang dapat menyinari
Mari bergerak, meletakkan batu-batu perjuangan ditanah ini
Sampai nanti, kita dapat melihat bangunan agung bernama daulah khilafah
benar benar tegak didepan kita,
Sungguh, khilafah-lah mentari itu, yang akan memberikan cahaya gemilang
Yang mampu memberikan ladang kehidupan dengan islam yang menentramkan
Yang diatasnya disemai benih-benih generasi emas
yang akan dibajak, disirami dan dipupuki dengan islam kaffah
sehingga tumbuhlah pohon yang kian rindang
dengan akidah islami sebagai akarnya, tsaqafah islam sebagai dahan yang menguatkannya
Sedang kepribadiannya laksana daun yang memberikan keteduhan
dan manfaatnya adalah buah keilmuan yang senantiasa dibagi kepada siapa saja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar